Oleh: 60nline | Februari 11, 2009

Cerita Humor-Celana Dalam Suamiku

Celana Dalam Suamiku

Akhir-akhir ini aku melihat suamiku sangat aneh. Aneh dalam pengertian tingkah lakunya. Setahun menikah dengannya baru kali ini aku melihat keanehan pada dirinya.

Suamiku lebih lama kalau berada di dalam kamar mandi. Terkadang setelah aku gedor pintu kamar mandi, barulah dia membuka pintu dengan rambut yang masih basah sambil menghanduki tubuhnya.

“Kok lama banget sih mas?” tanyaku sambil masuk ke kamar mandi. Dia tidak menjawab, aku kemudian mengunci kamar mandi.

Itu keanehanku kepadanya yang pertama. Mandi lama. Keanehan yang lain, saat kami berdua menunaikan kegiatan suami istri. Dia selalu memberikan aku pakain dalam model lingerie, setelah itu kami bercinta. Dia selalu puas, akupun demikian. Tapi setelah itu aku tidak menemukan lagi lingerie yang dia suruh pakai.

“Mas, kemana lingerie yang kamu berikan ke aku?” tanyaku.

“Lho, bukannya kamu yang nyimpan,” jawabnya singkat. “Mungkin terselip saat mba Pur selesai menyucinya,” dia menegaskan, Mba Pur adalah pembantu kami yang datang pagi pulang sore untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Keanehan kedua, memberiku lingerie saat bercinta. Keanehan yang lain, saat kami berjalan di mall, dia suka sekali ke counter pakaian dalam wanita. Jangan-jangan dia punya selingkuhan? Dia akan memberikan wanita selingkuhan dia pakaian dalam, tentu semua wanita akan senang menerima pakaian dalam dari seorang laki-laki seganteng suamiku. Aku mulai curiga.

Pada akhirnya, suatu sore. Suamiku hanya memakai celana pendek sambil membaca koran di ruang tamu sambil minum segelas kopi buatanku. Tiba-tiba, entah kenapa gelas kopi jatuh dari genggamannya. Suamiku langsung membungkuk untuk mengambil gelas kopi.

Aku terkesiap, pinggul bagian belakang suamiku terlihat karena dia hanya memakai kaos oblong. Aku kaget setengah mati, aku melihat celana dalam suamiku berwarna pink dan berenda.

Aku berteriak. “Mas, kamu…..?”

Rupanya dia sadar dan berkata,”aku memang suka memakai celana dalam wanita.” Datar sekali dan penuh penyesalan. Aku hanya mengusap kepalanya. Aku tetap sayang kamu mas, batinku sedih.***

*Dikutip dari kemudian .com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: