Oleh: 60nline | Februari 10, 2009

jah,apa ya artinya-humor

Bujugggggg!!!

Jadi beberapa saat belakangan ini entah mengapa saya, pacar dan BEBERAPA KAWAN YANG TAK PERLU DISEBUT NAMANYA, sering mengeluarkan jargon-jargon Betawi dalam rangka bercanda. Tapi saking seringnya, lama-lama jadi refleks. Tapi karena tiada satu pun di antara kami yang punya darah Betawi atau punya pengetahuan luas di bidang bahasa Betawi, maka sore ini… setelah perdebatan yang sudah terakumulasi sekian lama, maka saya (dengan restu pacar) ingin menanyakan pada teman-teman sekalian, apa maksud dari kata-kata, imbuhan atau bebunyian yang sering terdengar di acara perLENONGan Betawi ini.
Mari kita mulai. Bujug Yang ini nih, awal katanya apa ya? Dan mengapa ada dua versi yaitu bujuG dengan huruf G, juga bujuT dengan huruf T. Belum kelar ngebahas itu, udah ada bahasan lain yang mengatakan bahwa: ada BUJUBUNENG, juga BUJUBUSET. Menurut beberapa sumber (yang kurang bisa dipercaya tentunya), BUNENG dan BUSET di belakang BUJU ini tak beda jauh maknanya yaitu menyatakan keheranan atau keterpukauan atas sesuatu. Lalu saya sebagai orang yang gemar bertanya, menanyakan sebuah hal lagi yakni: mengapa tak ada BUJUHERAN atau BUJUPUKAU? Et Dah Sekilas penulisannya mirip bahasa Perancis namun ramai digunakan oleh para artis Betawi kawakan. Biasanya digunakan untuk menghadapi orang ngeyel atau keras kepala. Contoh penggunaan dalam kalimat: “Gua mau nonton James Bond ah.” “Ih kan jelek bok!” “Ah biarin gue mau nonton, pokoknya.” “Et dah, ni bocah dibilangin kagak mau dengerin” Ada yang bilang bahwa Et dah ini pun berasal dari “busET DAH“, dan maknanya adalah untuk menggambarkan kegemasan tiada tara. Ada penjelasan lain, mungkin? Jah Kalo yang ini masuknya kategori bebunyian, karena gak menerangkan apa pun tapi memberi penekanan pada saat membela diri. Intonasi pengucapan pun harus tepat karena bila tidak, maka akan seperti menyebut nama orang (kependekan dari iJAH, misalnya).

Penggunaan dalam kalimat: “Adoh bok gue lagi males banget kerja…” “Kenapa lo? Kerja gih. Tar ga gajian loh.” “JAH! Napa lo yang jadi repot nyet? Yang gajian ato enggak itu GUE deh!” Nah yang jadi pertanyaan… kok JAH sih? Kenapa tidak JOH atau JEH? Beuh Yang ini sering kami ungkapkan untuk menekankan kesombongan. Kalo BEUH ini mah itungannya udah skala nasional alias udah bukan orang Betawi lagi yang banyak make, sepertinya. Penggunaannya dalam kalimat biasanya: “Eh gue baru beli laptop baru dong” “Oya? Bagus?” “BEEEUUHH!!! Pokoknya lo kalo liat merinding deh. Bikinan Jepang, MAHAL lagi!” Sama seperti JAH, BEUH juga harus diucapkan dengan intonasi yang tepat. Karena jika meleset, maka akan membingungkan orang, sekaligus membuat sombong kita terlihat tanggung. Nah, buat yang expert bahasa-bahasa dan bebunyian seperti ini, mohon pencerahannya dong.

Setidaknya kalau kita mengucapkan, kita jadi akan tahu artinya. Bukan begitu, penonton? KEPROK NAPEH? HAUHAAKAHKAHKAHAKHKAHAKHKAHKAKKKK!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: